Senin, 07 Januari 2013

Unsur intrinsik puisi



1.     Tema adalah : ide atau gagasan yang menduduki tempat utama di dalam cerita.
Hanya ada satu tema dalam satu puisi, walaupun puisinya panjang.


2.     Rasa : Rasa disebut juga arti emosional. Misalnya : sedih, senang, marah, heran, gembira dll.


3.     Nada dan suasana : sikap penyair  terhadap pembaca  atau penikmat karyanya. Terhadap pembaca, penyair bisa bersikap menasihati,menggurui, mengejek, mengimbau, mengajak,menyindir, dst.


4.     Amanat adalah : pesan yang akan disampaikan oleh pengarang.

5.     Diksi ialah : pilihan kata yang tepat.

Keberhasilan puisi dicapai dengan mengintensnsifkan pilihan kata yang tepat.

6.    Imajeri atau daya bayang ialah : Suatu kata atau kelompok kata yang digunakan untuk menggunakan kembali kesan-kesan panca indera dalam jiwa kita.
Jenis Imajeri :


a. Imajeri pandang
b. Imajeri dengar
c. Imajeri rasa
d. Imajeri kecap

contoh :  di pantai tepi memang tinggal terumbu hija
angin, amis membiusku



7.     Kata-kata konkret adalah : kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imajeri. Kata-kata iniberhubungan dengan kiasan atau lambang. kata-kata ini jika dilihat secara denotatif sama, tetapi secara konotatif tidak sama, bergantung pada situasi dan kondisi pemakainya.
Misal kata konkret salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll.
Setiap kita bertemu dengan gadis berkaleng kecil senyummu terlalu kekal untuk kenal duka. Lukisan gadis yang seorang pengemis gembel dengan kata gadis berkaleng kecil ·akan lebih konkret daripada gadis peminta-minta atau gadis miskin

8.     Gaya Bahasa adalah : cara mengungkapkan pikiran melalui kata-kata.


9.     Irama atau Ritme adalah meninggi atau merendahnya nada mengeras-melembut tekanannya, mempercepat-melambat temponya.

10. Rima atau unsur bunyi/sajak adalah persamaan bunyi dalam puisi dan unsur bunyi untuk menimbulkan kemerduan puisi unsur yang dapat memberikan efek terhadap makna nada dan suasana puisi tersebut.
Aliterasi : persamaan bunyi konsonan pada satu baris
Puisiasonansi : persamaan bunyi vokal pada suatu baris puisi.

Contoh :      tiang tanpa siang tanpa malam
seperti matahari mencintai bumi
Sedikitpun matamu tak berkeling (a)
Memandang ibumu sakit berguling (a)
Air matamu rak bercucuran (b)
Tinggalkan ibumu tak penghiburan (b)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar